Prabumulih, SMI
Derasnya arus dan tingginya debit air sungai Rambang, membuat warga masyarakat khawatir terjadi musibah.
Hal tersebut sangat beralasan karena dengan tingginya debit air dan derasnya arus sungai Rambang, mengakibatkan abrasinya pinggiran sungai Rambang.
Berdasarkan hasil pemantauan awak media suaramasyarakatindonesia.com di lapangan, persisnya di pinggiran sungai Rambang yang abrasi sangat dekat dengan rumah warga.
Tentunya hal ini membuat warga masyarakat khawatir, akan terjadi musibah yang tidak diinginkan.
Akibat adanya abrasi pinggiran sungai Rambang, jarak antara arus sungai Rambang dengan rumah warga sangat dekat.Jarak antara arus sungai Rambang dengan rumah warga, mencapai kurang dari 5 meter.Sudah barang tentu hal ini membuat warga masyarakat yang rumahnya di pinggiran sungai Rambang merasa khawatir akan terjadi musibah yang tidak diinginkan.
Menurut informasi yang di dapat dari keterangan seorang tokoh masyarakat setempat, yaitu bapak Jemakmur menyampaikan kekhawatirannya.
“Kami selaku warga masyarakat desa Sugih Waras Rambang, sangat mengharapkan kepada instansi terkait dan pemerintah daerah kabupaten Muara Enim agar bisa menolong warga.kami sangat menghawatirkan, seandainya pinggiran sungai Rambang tidak dibuatkan dinding pengaman atau tanggul.maka sudah dapat di pastikan, kalau debit air sungai Rambang meluap akan mengakibatkan abrasinya pinggiran sungai Rambang ini.
Seperti kita lihat di sini, jarak arus sungai Rambang dengan rumah warga sangat dekat sekali.kami sangat mengharapkan kepada seluruh pihak terkait dan pemerintah daerah, agar bisa mengantisipasi hal yang bisa membuat musibah bagi warga yang rumahnya di dekat pinggiran sungai Rambang”,Ujar Jemakmur Tokoh masyarakat Desa Sugih Waras Rambang.
Senada dengan itu salah seorang warga masyarakat yang lainnya,kaminsyah Juga membenarkan adanya abrasi pinggiran sungai Rambang tersebut.
“Lama lama kalau tidak ada tindakan yang cepat dari pemerintah,maka bisa dipastikan rumah warga yang dekat dengan pinggiran sungai Rambang akan tenggelam ke dalam sungai Rambang.
Jadi kami sangat mengharapkan kepada pemerintah, agar bisa mengantisipasi terjadinya musibah bagi warga masyarakat yang rumahnya berada di pinggiran sungai Rambang”, Ungkap Kaminsyah.
Sementara itu menanggapi adanya keluhan dari masyarakat, kepala desa Sugih Waras Novriansyah.S.Sos menjelaskan tentang kekhawatiran dari warganya memang sangat beralasan.
Dalam wawancara yang dilakukan di pinggiran sungai Rambang, pada hari Sabtu 22/01/2022.Novriansyah.S.Sos menuturkan kepada awak media ini.
“memang hal tersebut sudah pernah di usulkan oleh kepala desa sebelumnya (Asmanto.red), kepala dinas yang membidangi urusan seperti ini.
Namun sampai dengan saat ini, belum ada respon ataupun langkah-langkah yang Persuasif dalam menanggulangi keluhan dari masyarakat desa Sugih Waras ini.sedangkan kalau mau di bangun melalui dan menggunakan Dana Desa (DD), tentunya hal ini sulit dilakukan.Dalam moment ini juga, kami meminta kepada pihak yang berwenang untuk dapat melihat atau survey langsung ke lokasi ini.
Biar bisa melihat secara langsung keadaan yang sebenarnya, apalagi apabila debit air sungai Rambang seperti sekarang ini.atau kalau seandainya lebih dari ini, bisa di bayangkan apa yang bakal terjadi.Semoga sebelum terjadi musibah yang tidak diinginkan oleh kita, agar pihak-pihak terkait segera merealisasikan keinginan dari masyarakat desa Sugih Waras Rambang ini”, Demikian tandas Novriansyah.S.Sos, kepala desa Sugih Waras, kecamatan Rambang, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan.
(Sunar)














