Musi Banyuasin

Ketua FKMP: Kami Rasa Pj. Sekda Perlu Bercermin dan Intropeksi

2266
×

Ketua FKMP: Kami Rasa Pj. Sekda Perlu Bercermin dan Intropeksi

Sebarkan artikel ini

Way Kanan – SMI

Tanggapan tegas disampaikan oleh Nandang Kurniawan, Ketua Forum Koordinasi Mahasiswa dan Pemuda (FKMP), menyusul pernyataan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Way Kanan, Arie Anthony, yang menyebut aksi mahasiswa terkait penggalangan dana di lingkungan pemkab guna memperbaiki jalan rusak di dinilai kurang beretika.

Menurut Nandang, pernyataan Sekda tersebut tidak berdasar dan mencederai semangat solidaritas mahasiswa yang sejak awal telah menjaga etika dalam menyampaikan aspirasi.

“Kami rasa, selama aksi tadi berjalan, kami sangat santun dan beretika. Kami melakukan penggalangan dana secara baik-baik, masuk ke area kantor Setdakab pun dengan tertib, dan dikawal langsung oleh Kasat Pol PP serta pihak kepolisian,” ujar Nandang, saat di konfirmasi via pesan singkat, Selasa (20/05/2025)

Ia menambahkan bahwa aksi dilakukan dengan mengikuti aturan yang telah disampaikan oleh Kasat Pol PP, termasuk membatasi aktivitas hanya sampai di lantai satu kantor. Setelah penggalangan selesai, mahasiswa kembali ke depan kantor bupati dan menghitung hasil donasi sebesar Rp 369 ribu.

Nandang juga mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya menginginkan dialog langsung dengan Plt. Bupati, bukan Pj. Sekda. Namun, demi menghormati keinginan Arie Anthony yang bersikeras ingin bertemu, mereka menyempatkan diri masuk ke ruangannya.

“Setibanya di ruangan, kami kembali menegaskan bahwa kami tidak akan membahas substansi tanpa kehadiran Plt. Bupati. Tapi yang kami sayangkan, alih-alih merespons isu jalan rusak, Pak Sekda justru lebih fokus mencari-cari kesalahan aksi kami,” lanjutnya.

Nandang juga merasa suasana pertemuan tidak bersahabat. Beberapa kali, menurutnya, Pj. Sekda menekan bahwa ia telah menunggu selama satu jam, seolah menempatkan dirinya pada posisi yang paling sibuk dan paling penting.

“Kalau Bapak Sekda bilang kami tidak punya etika, kami rasa Bapak perlu bercermin. Layakkah seorang pejabat publik anti kritik, tapi justru mencari kesalahan mahasiswa dan pemuda yang peduli terhadap kondisi jalan?” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa keputusan keluar dari ruang pertemuan merupakan bentuk kekecewaan terhadap sikap dan pernyataan Sekda yang dianggap melukai semangat solidaritas mahasiswa.

“Pak Sekda seharusnya introspeksi. Kalau beliau tidak bisa bersikap bersahabat terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan santun, saya rasa beliau harus bersiap menghadapi suara rakyat Way Kanan secara langsung pekan depan,” pungkas Nandang. (Andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *