Muba,SMI
Polda Sumsel dan Polres Musi Banyuasin (Muba) kembali menjadi sorotan atas dugaan pembiaran aktivitas gudang minyak diduga ilegal di wilayah Desa Beruge dan Mangun jaya, Kecamatan Babat Toman.
Gudang-gudang tersebut diduga kuat gudang minyak ilegal, hal ini merugikan negara dan mengancam keselamatan masyarakat. Namun, hingga kini, aparat penegak hukum dinilai tidak berani mengambil tindakan tegas, (dimana Polda Sumsel dan Polres Muba)
Ketua Umum LSM POSE RI, Desri SH, berharap Polda Sumsel dan Polres Muba akan bergerak seperti di ogan Ilir turun dan sidak di lokasi gudang BBM ilegal.
Desri lanjut mengungkapkan, sudah satu bulan terakhir, pemberitaan dan laporan masyarakat tentang aktivitas ilegal di gudang minyak di wilayah Desa Beruge ramai diperbincangkan.
Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari pihak kepolisian.
Masyarakat sudah melaporkan, media sudah memberitakan, mengapa belum ada tindak lanjut.
Ia mengharapkan, ketegasan aparat dalam menangani hal ini.
“Jika benar ada oknum anggota yang terlibat, ini sangat memalukan, seharusnya melindungi rakyat, bukan malah menjadi backing bagi kejahatan,” tambah Desri.
Jika hal ini tidak ada respon dan tindakan, Desri bersama ratusan aktivis Sumsel berencana menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat.
“Kami akan turun ke jalan untuk mendesak Polda Sumsel dan Polres Muba segera menutup seluruh gudang minyak ilegal di wilayah Muba, khususnya di wilayah Desa Beruge dan Mangun jaya. Pemiliknya juga harus segera ditangkap,” tegasnya.
Aksi ini, menurut Desri, merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap ketidaktegasan aparat dalam menegakkan hukum.
Sementara Ketua LSM Laskar Garuda Al Anshor SH, menyikapi isi gudang minyak ilegal, yakin Polda Sumsel, akan bergerak, seperti gudang di ogan Ilir yang di tindak tegas ujarnya (red)














