PALEMBANG, SMI-
Jumat (28/01/2022) menanggapi informasi keluhan warga kerapnya gajah liar meneror warga desa tanjung besar yang membuat takut ketika warga ke kebun, bahkan Gajah Liar Juga menghancurkan Pondok dan Tanaman.


Ujang selaku Kepala Balai BKSDA Sumsel menuturkan ketika diwawancarai awak media suaramasyarakatindonesia.com,
“Gajah liar tersebut merupakan gajah Tunggal yang memiliki sifat lebih angresif dibanding gajah jenis lain. Namun sebenarnya masalah gajah liar masuk ke kebun warga ini merupakan hal biasa sebab ada beberapa faktor yang memungkinkan hal tersebut terjadi antara lain: tempat tinggal mereka (habitat) telah dialih fungsikan sebagai mana mestinya hutan lindung, bisa saja karena insting mereka sendiri toh gajah taunya itu tempat mereka mencari makanan namun sudah dijadikan ladang kebun, dan gajah tunggal memiliki pola pergerakan yang tak terkendali.” Ujar Ujang
Gerak cepat dari bksda Sumsel untuk mengantisipasi adanya korban jiwa yaitu melakukan upaya seperti memasang GPS untuk memonitor pergerakan dari gajah liar tersebut. Namun sebenarnya gajah tersebut belum masuk ke permukiman warga tapi hanya ke ladang perkebunan warga yang diduga masuk kedalam kawasan hutan lindung.
Tapi perlu diketahui juga itu termasuk kedalam kawasan hutan lindung maka dari itu kami perlu berkordinasi bersama dinas Kehutanan terlebih dahulu.
“Ya untuk saat ini telah kami pasang GPS untuk memonitor nya, dan dalam jangka waktu dekat kami akan mencari solusi yang terbaik salah satunya untuk memindahkan gajah liar tersebut ke tempat yang lebih baik lagi yang jauh dari permukiman warga. Untuk kapan turunnya ke lapangan, tunggu saja secepatnya akan kami upayakan dan mencari jalan terbaik.” Tutup ujang mengakhiri perbincangan
(Anjas)



















