
Muba,SMI
Sensus penduduk cuma terdata 60%,hal tersebut di ungkapkan saat
Penyerahan Penghargaan Sensus Penduduk Online Siswa
Se-Kabupaen Musi Banyuasin Tahun 2020 di aula dinas pendudikan Musi Banyuasin,senin(3/08/2020).
Seketaris Musi Banyuasin Drs H Apriyadi Mahmud, M Si untuk data kependudukan ini sangat bermanfaat untuk kemajuan kabupaten Musi banyuasin untuk melihat potensi apa saja yang akan dikembangkan,
“Pengaruh besar data kependudukan ini dapat di selesauikan secara maksimal ini perlu di dukung secara total pihak pemerintahan baik kecamatan,desa kelurahan.
Tetapi sangat di sayangkan baru 60%,terdata di kabupaten Musi Banyuasin.seharusnya muba dapat nomor satu.
Kepala BPS Muba Sunita SE MSi,mengatakan
Kabupaten Musi Banyuasin mendapat respont ret tertinggi nomor tiga dengan respon mancapai 60%, sedangkan Propinsi sumatra selatan respontret tertinggi nomor 2 setelah bali,
“capain respon tertinggi antusias Aparatur pemerintah kabupaten Musi Banyuasin, Bupati Musi Banyuasin DR Dodi Reza Alex Noerdin yang sangat peduli terhadap data kependudukan,serta struktur di bawahnya dari camat,lurah,kades,RT,RW,serta masyarakat yang mempunyai kesadaran terhadap data kependudukan.
Bulan september akan kembali di adakan Sensus penduduk kami meminta dukungannya kembali untuk menyuseskan untuk pembaharuan data kependudukan yang tetap dilakukan secara online karena kami tidak bisa secara langsung bertemu dengan masyarakat mengingat untuk menghindari wabah virus,
Keplas Bps muba menyadari bahwa kami baru melasanakan pedataan 60,88% sensus secara online,
Kendala di lapangan yang kami hadapi adalah wilayah Musi banyuasin sangat luas,serta ada wabah virus corona ini untuk penguna internet sangat minim cuma 25 % ,serta data base BPS dan Dinas kependudukan Musi banyuasin tidak real time,ini kendala saat memasukan data kartu keluarga dan ktp,
Kendala yang kami hadapi dilapangan juga keterbatasan sumberdaya ,dan inovasi kami yang perlu di tingkatkan lagi.
partisipasi yang terendah di kabupaten Musi Banyuasin yaitu kecamatan jirak jaya,karana singal nya tidak ada serta kecamatan baru pemekaran (Wir/fer)














