Palembang,SMI-
Musholah Syairussalikin menjadi tempat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh Habib Novel bin Alwi Assegaf. Acara yang berlangsung semarak ini menarik perhatian ratusan warga, menciptakan suasana penuh kebahagiaan dan kehangatan.
Ketua Mushola, Ustadz Husnul, dengan bangga menyampaikan, “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Cuaca pun mendukung, menambah kemeriahan acara.” Di tengah perayaan, dua bayi diresmikan namanya oleh Habib Ali bin Syekh Abu Bakar, simbol berkah baru bagi keluarga dan komunitas.
Ustadz Husnul juga menyoroti pentingnya acara ini sebagai ajang silaturahmi. “Kami di sini untuk mempererat hubungan antar musholah dan tokoh masyarakat. Hadir juga jamaah dari musholah lain, seperti Nurul Jannah dan Darussalam. Ini adalah kesempatan berharga untuk saling mengenal dan mendukung satu sama lain,” ujarnya.
Acara ini juga mendapat perhatian khusus dari calon gubernur H. Herman Deru dan calon wakil walikota Ibu Nandriani. “Kami berterima kasih kepada mereka atas dukungan yang diberikan. Ini menjadi bukti bahwa pemimpin kita peduli dengan kegiatan keagamaan dan masyarakat,” kata Ustadz Husnul. Dalam pernyataannya, ia mendoakan agar H. Herman Deru dan Ibu Nandriani sukses dalam langkah politik mereka ke depan.
Habib Novel bin Alwi Assegaf, sebagai pembicara utama, memberikan insight mendalam tentang makna perayaan Maulid. “Perayaan ini adalah perintah Allah SWT untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad. Nabi kita sendiri merayakannya dengan puasa di hari Senin, sebagai ungkapan syukur atas kelahirannya. Bahkan, Abu Lahab, yang dikenal sebagai musuh Nabi, diampuni dosanya pada hari Senin karena kegembiraannya saat kelahiran Nabi,” jelas Habib Novel.
Ia menekankan, “Sebagai umat, kita wajib merayakan kelahiran Nabi. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari iman kita. Para sahabat dan generasi sebelumnya juga melaksanakan perayaan ini, dan kita meneruskan warisan yang mulia ini.”
Rangkaian Acara yang Menginspirasi
Acara perayaan tidak hanya diisi dengan ceramah, tetapi juga diwarnai dengan pertunjukan seni dan budaya, menambah suasana meriah. Kehadiran para habaib dan tokoh masyarakat membuat acara semakin berkesan, menciptakan sinergi antara berbagai elemen dalam masyarakat.
Dengan penuh semangat dan kekeluargaan, perayaan Maulid di Musholah Syairussalikin berhasil menjadi momentum bagi masyarakat Palembang untuk bersatu, memperkuat ukhuwah, dan mendukung pemimpin lokal dalam mewujudkan visi dan misi mereka. Ini adalah langkah positif dalam membangun komunitas yang harmonis dan beriman. (Riela)



















