Riau, SMI
Nenek fatimah begitulah panggilannya sehari-hari, beliau yang sudah menginjak usia 84 tahun tetap berjualan buah-buahan demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Nenek Fatimah sendiri tinggal di Rumbai, Pekanbaru.
Semangat pantang menyerah kata yang paling tepat untuk nenek Fatimah, betapa tidak, nenek yang sudah tinggal sebatang kara di rumah kontrakan papan ini, sangat ulet. Pada pagi hari nenek Fatimah sudah kepasar untuk membeli sedikit buah-buahan seperti pisang, pepaya, salak dan beberapa buah lainnya agar bisa di jual kembali.
3 tahun lebih nenek fatimah berjualan buah-buahan di pinggir jalan raya ditemani dengan satu buah meja kayu kecil dan kursi yang sudah usang. Dagangannya pun tidak setiap hari habis, terkadang buah yang dijual nenek fatimah membusuk karna tidak ada yang membeli. Padahal setiap bulannya nenek Fatimah harus membayar sewa rumahnya ditambah kebutuhan hariannya.
Disaat pandemi seperti ini, nenek fatimah sangat butuh bantuan dari orang-orang sekitarnya. Maka dari itu dalam rangka Muharram Peduli Negeri Tim DT Peduli Pekanbaru kembali menyalurkan bantuan berupa borong dagangan UMKM salah satunya nenek Fatimah (19/8).
Dengan mata yang berkaca-kaca sembari menadahkan tangan nenek fatimah mengucapkan syukur dan terimakasihnya kepada Donatur dan Tim DT Peduli Pekanbaru ” Terimakasih banyak nak sudah membeli dagangan nenek, Alhamdulillah hari ini nenek bisa pulang cepat, semoga Allah yang membalas kebaikan donatur dan adik-adik tim DT Peduli Pekanbaru” Ungkap nenek Fatimah pedagang Buah-buahan ini. (All Rehadis)




















