Palembang

Antusias Santri Ikuti Lomba Menyusun Puzle Pada Kegiatan Serambi Cinta Rupiah

227
×

Antusias Santri Ikuti Lomba Menyusun Puzle Pada Kegiatan Serambi Cinta Rupiah

Sebarkan artikel ini

Palembang, SMI-

Santriwan santriwati mengikuti kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah idul Fitri (SERAMBI) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan di Kamus C Pondok Pesantren Aulia Cendikia Palembang, Sabtu (1/4/2023).

Adapun tema kegiatan kali ini yakni Gerakan santri cinta Rupiah Se-sumsel edukasi Qris kepada santri.

Menurut Asisten II Setda Sumsel Ir H Darma Budhy dalam sambutannya mengatakan kegiatan SERAMBI ini adalah tujuan untuk menanamkan kepada para santri dan santriwati agar lebih mencintai Rupiah.

Dimana Rupiah adalah simbol kedaulatan negara, dan cinta bangga, dan paham kepada Rupiah adalah bentuk cinta kita kepada Tanah Air.

“Cinta Rupiah dapat ditunjukkan dengan mengenalinya, merawatnya, dan menjaga Rupiah, sehingga Rupiah itu adalah sebagai satu-satunya alat pembayaran bangsa di Republik ini yakni NKRI,” katanya.

Dilanjutkannya, Cinta Rupiah dapat kita lakukan dengan menghindari atau yang telah disebutkan tadi, kita tidak boleh melakukannya. Dimana ada 5 yang tidak boleh dilakukan, yaitu jangan melipat uang Rupiah tersebut, jangan meremasnya, jangan mencoret-coret, jangan dibasahi, dan terakhir jangan di Staples.

“Karena didalam uang Rupiah terdapat gambar pahlawan kita, terdapat pemandangan, dan terdapat kebudayaan Indonesia yang harus kita lestarikan bersama sebagai perhatian Republik Indonesia,” imbuhnya

Ditempat terpisah Deputi Kepala Bank Indonesia bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern Bank Indonesia Joni Marsius, hari ini kita berharap para santri itu bisa menjadi saat-saat mereka selesai menjadi santri, mereka jadi Ustadz ataupun mereka terjun ke masyarakat, mereka bisa menjelaskan uang Rupiah itu penuh sekali dengan filosofi.

“Bahwa dia adalah banyak pemersatu bangsa, bahwa itu adalah kesepakatan para raja-raja, para Kesultanan-kesultanan untuk membentuk suatu mata uang disebut dengan Rupiah, jadi itu kesatuan bangsa kita,” bebernya.

Ditambahkannya, tidak lupa juga itu merupakan yang tadi disampaikan oleh Asisten II Setda Sumsel asal dari Rupiah asalnya itu merupakan bahasa Arab, artinya meninggikan. Jadi ada unsur agamanya juga, dan saya berharap mudah-mudahan acara kita yang membekali 500 para santri pada hari ini bisa menjadi duta Rupiah di masa yang akan datang.

“Kebetulan untuk acara hari ini merupakan kegiatan yang pertama, setiap tahun tema yang diangkat berubah setiap tahun, dimana tahun ini temanya SERAMBI,” jelasnya. (Anjas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *