Riau

PPKM di perpanjang 23 Agustus, Ratusan PKL Kibarkan Bendera Putih

483
×

PPKM di perpanjang 23 Agustus, Ratusan PKL Kibarkan Bendera Putih

Sebarkan artikel ini

RIAU,SMI

PPKM di perpanjang hingga 23 Agustus, Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di pusat Sukaramai Pekanbaru menyerah. Bahkan, ada sebanyak ratusan PKL kibarkan bendera putih, aksi yang dilakukan itu merupakan bentuk penolakan PPKM “Ada sekitar ratusan PKL atau pelaku usaha ikut serta dalam aksi pengibaran bendera putih,” rabu (10/8/2021).

Pengibaran bendera putih dilakukan sebagai tanda menyerah terhadap pandemi Covid-19, serta aturan PPKM yang ditetapkan pemerintah.“Ini merupakan bentuk pesan bahwa kami menyerah dengan keadaan PPKM Level 4. Agar mengerti bahwa ekonomi lumpuh total, tidak asa pedagang, tidak ada pengunjung. Semakin ke sini, para pedagang kesulitan untuk bertahan karena tidak mendapatkan nafkah, ” kata Teguh yang biasa jualan pakaian.

Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengaku telah gulung tikar, karena sepinya pembeli semenjak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).“Rata-rata pendapatan para pedagang turun hingga 80 persen dan tidak sedikit akhirnya para pedagang menutup lapaknya,” ujarnya.

Sementara itu, Hammid (51) salah satu pedagang sayuran pasar pusat, Pekanbaru, mengaku pemasangan bendera putih tersebut dilakukannya sebagai bentuk keluh kesahnya.Sebab ia mengaku, sejak penerapan PPKM yang kian diperpanjang membuat penghasilannya menurun drastis dan selalu sepi pengunjung.PPKM di perpanjang hingga 23 Agustus,

Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di pusat Sukaramai Pekanbaru menyerah. Bahkan, ada sebanyak ratusan PKL kibarkan bendera putih, aksi yang dilakukan itu merupakan bentuk penolakan PPKM.“Ada sekitar ratusan PKL atau pelaku usaha ikut serta dalam aksi pengibaran bendera putih,” rabu (10/8/2021).

Pengibaran bendera putih dilakukan sebagai tanda menyerah terhadap pandemi Covid-19, serta aturan PPKM yang ditetapkan pemerintah.

“Ini merupakan bentuk pesan bahwa kami menyerah dengan keadaan PPKM Level 4. Agar mengerti bahwa ekonomi lumpuh total, tidak asa pedagang, tidak ada pengunjung. Semakin ke sini, para pedagang kesulitan untuk bertahan karena tidak mendapatkan nafkah, ” kata Teguh yang biasa jualan pakaian.

Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengaku telah gulung tikar, karena sepinya pembeli semenjak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).“Rata-rata pendapatan para pedagang turun hingga 80 persen dan tidak sedikit akhirnya para pedagang menutup lapaknya,” ujarnya.

Sementara itu, Hammid (51) salah satu pedagang sayuran pasar pusat, Pekanbaru, mengaku pemasangan bendera putih tersebut dilakukannya sebagai bentuk keluh kesahnya, Sebab ia mengaku, sejak penerapan PPKM yang kian diperpanjang membuat penghasilannya menurun drastis dan selalu sepi pengunjung.,

Di tambahkan pemaparan oleh Apis tokoh pemuda Riau, sangat prihatin dengan kondisi masyarakat Riau saat pandemi dan PPKM telah mempersulit kan pencarian ekonomi masyarakat kita..saat kondisi sekarang ini banyak masyarakat menjadi pengangguran, kami meminta kepada pemerintah untuk mencari solusi, kebijakan untuk membantu perekonomian masyarakat Riau, mudah-mudahan ada solusi dan jalan dari pemerintah Riau,( WLH )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *