Susanto Adzis: Kejahatan Bukan Hanya Datang Karena Niat Pelaku Namun Karena Adanya Kesempatan
PALEMBANG, SMI-
Telah diselenggarakan acara workshop dengan mengusung tema keefekrifitasan permendikbud no.30 tahun 2021 di auditorium stihpada di Jl. Sukabangun 2 no 1610, Rabu (22/12/2021).



Turut juga hadir dalam acara tersebut Susanto Adzis selaku Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Dr. H. Firman Freaddy Busroh, SH, Mhum,CTL selaku Ketua Stihpada, Henny Yulianti, S.Ip, MM, Sri Lestari Kaderiah selaku Ketua WCC Palembang, Dr. Derry Angling Kusuma SH Mhum selaku Kaprodi S1, Ketua Dema Stihpada Kevin Rasuandi, Noval Akbar selaku Ketua HMI Komisariat Stihpada, Prasetya Sanjaya selaku Ketua Permahi Palembang.
Kevin Rasuandi selaku Ketua Dema Stihpada mengatakan dalam kata sambutannya,
“Berdasarkan data permendikbud ristek pelecehan seksual mengalami kenaikan yg sangat luar biasa yaitu 2500 kasus dengan objek perempuan sebagai sasarannya.Jangan takut diintimidasi justru ketika kita takut mereka merasa berani lagi.Harapan agar pemerintah dan lebih terbuka untuk menyelesaikan kasus pelecehan yang ada saat ini serta tidak ada intimidasi terhadap korban serta memberikan hukuman setimpal kepada pelaku yang ada.” Jelas Kevin
“Maraknya kasus oknum yang melakukan pelecehan seksual yang ada di perguruan tinggi, menurut tanggapan permendikbud harus ditindaklanjuti lagi dengan peraturan rektor jadi dosen tersebut dapat dikenakan kode etik.” Ujar Firman Freaddy Busroh
“Harapanya workshop yang kita gelar dapat memberi kan pencerahan dan ide sumbangsih bahwa pelecehan seksual thd perempuan dapat dihentikan.” Tambahnya
Susanto Adzis selaku Ketua Komisi V DPRD Sumsel dari Fraksi PDIP menuturkan dalam acara workshop tersebut sebagai pemateri,
“Benar bagaimana dapat menciptakan anak didik yang bermoral sedangkan para pendidiknya sendiri tidak bermoral. Dan juga seperti kata bang napi, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku namun juga karena ada kesempatan.” Ujar Susanto Adzis
(Anjas)



















