Prabumulih, SMI
Sungguh Tragis…..!!! Peristiwa Kecelakaan yang terjadi dan merenggut nyawa salah satu rekan media di kota Prabumulih,yang juga merupakan salah seorang karyawan PT.PDSI pada hari Minggu, 17/07/2022 kurang lebih pukul 05’30 wib.Serta salah seorang tenaga pengajar sekolah MTS N 1 Prabumulih pada keesokan hari nya, Senin 18/07/2022, kurang lebih pukul 08’00 wib mengundang banyak perhatian dari masyarakat kota Prabumulih juga dinas terkait.
Menurut saksi dari kejadian kejadian tersebut salah satu faktor nya adalah pengendara motor yang ngebut dan tidak terkendali sehingga melampaui jalur lawan.
” Memang sudah takdir, tapi setidak nya kesadaran berkendaraan harus di perbaiki, kasihan korban dan keluarga yang ditinggal kan, apalagi jalan angakatan 45 ini merupakan jalan lurus dan mulus jadi pengendara tanpa terkendali ngebut, semenjak pengaspalan beberapa bulan yang lalu polisi tidur di jalan itu tenggelam, coba kalau masih ada polisi tidur setidak nya mengurangi frekwensi kebutan” jelas Linda saat di temui media ini.
Terpisah, Kepala Tata Usaha sekolah MTSN 1 saat menjelaskan kronologis kejadian yang merenggut salah seorang guru disekolah tersebut , mengatakan bahwa pihak sekolah sudah berwacana untuk mengkonfirmasi ke dinas perhubungan upaya di adakan lagi polisi tidur atau speed bumb.
Pada inti nya peraturan lalu lintas itu dibuat untuk dipatuhi, semua demi keselamatan para pengguna jalan. Meski banyak kontroversi masyarakat tentang ada nya speed bumb di jalan jalan.
“Dulu pernah ada speed bumb yang dibuat oleh masyarakat setempat, guna nya untuk mengontrol laju kendaraan, jalan angkatan 45 itu merupakan jalan kecil dan padat penduduk, juga ada sekolah, namun tertutup oleh pengaspalan. Arti nya disini tidak semua speed bumb menjadi penghalang kenyamanan berlalu lintas, apakah kita harus mengorban kan banyak nyawa demi kenyamanan” Jelas Kadishub Martody SH.MM saat dikunjungi diruang kerja nya.
“Sebetul nya jalan arteris seperti ini boleh dalam aturan di pasang speed bumb, tentunya dengan aturan tertentu”
Tambah Martody di akhir wawancara.
(Sunar)














