Bengkulu, SMI
Tahun politik dengan hajatan pilkada serentak di tahun 2018 dan pemilu legislatif serta pemilihan presiden dan wakil 2019. Klaim dukungan dan “setoran” wajah baik para tokoh politik banyak menghiasi sudut kota. Lalu bagaimana peran perempuan dalam demokrasi? Karena demokrasi oleh abraham lincoln diartikan sebagai dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. begitu juga demokrasi dipandang secara sederhana oleh semua orang. banyak yang berpandangan bahwa prinsip utama dan yang terpenting dari demokrasi adalah kebebasan bagi setiap individu untuk bertindak dan memilih.
Dalam negara demokrasi pengakuan perempuan, atas dasar prinsip persamaan derajat, dalam semua wilayah dan tataran kehidupan public menjadi penting. Terutama dalam posisi-posisi pengambilan keputusan. Platform kksi Beijing dan Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk diskriminasi terhadap Perempuan(Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women atau CEDAW)merekomendasikan agar semua pemerintah di dunia agar memberlakukan kuota sebagai langkah khusus yang bersifat sementara untuk meningkatkan jumlah perempuan di dalam jabatan-jabatan appointif (berdasarkan penunjukan/ pengangkatan) maupun elektif (berdasarkan hasil pemilihan) pada tingkat pemerintahan lokal dan nasional (Herita Dewi.2016)
Berarti hak perempuan 30 prosen duduk di lembaga legislatif di Indonesia sebagai penghargaan hakiki.Sejalan legalitas dalam UU No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Perempuan dalam demokrasi menjadi salah satu penentu arah keadilan dan keberadaban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena perempuan tidak lagi berada di “dapur,” sebagaikanca wingking. Namun duduk bersama dalam menegakkan tatanan kehidupan demokrasi Negara.
Emansipasi demokrasi
Peran serta perempuan dalam segala aktifitas dan pengambilan keputusan, sebuah bentuk emansipasi dan demokrasi nyata. Sebagai bentuk yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha perempuan untuk mendapatkan hak politik, kesetaraan dan persamaan derajat. Seperti dalam KBBI emansipasi diartikan sebagai pembebasan dari perbudakan, persamaan hak di berbagai aspek kehidupan masyarakat.Belajar dari beberapa negara yang pernah mengalami pengekangan sistem otoritarianisme dan upaya perjuangan demokrasi rakyat, partisipasi perempuan menjadi suatu gejala yang relatif baru namun sangat menentukan dalam transisi otoriter menuju demokrasi. Perjuangan rakyat Amerika Latin dapat menjadi salah satu bahan pembelajaran yang sangat baik, mengingat mobilisasi politik perempuan di beberapa negara Amerika Latin memilki sejarah yang panjang(Linda Sudiono 2011).
Dengan kemampuan dan kepercayaan perempuan duduk di legislatif dan eksekutif merupakan bentuk keberhasilan kaum perempuan dalam proses pelepasan diri dari kedudukan sosial ekonomi dan atau dari pengekangan hukum yang membatasi kaum perempuan untuk berkembang dan maju.
Mengenang emansipasi dalam demokrasi kita harus bersyukur atas perjuangan Kartini yang memperjuangkan emansipasi perempuan. Priyayi jawa dengan pemikiran maju dan berani “melawan” hegemoni kaum lelaki yang sangat kuat pada masa itu. Perjuangan dan perlawanannya diaktualisasikan dengan surat-suratnya kepada sahabat di Negara Belanda dan dibukukan dengan judul “ habis Gelap Terbitlah Terang.”
Keberhasilan perjuangan emansipasi perempuan, sekarang sudah mulai di unduh dan menampakkan hasil dalam Negara demokrasi. Namun sayangnya masih ditemukan berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh kaum perempuan itu sendiri. Selain ditemui penyimpangan perempuan dalam ranah politik, kita juga mendapatkan penyimpangan perempuan secara massif dalam bidang sosial budaya. Sentra perempuan dalam pusaran portitusionline, tracfiking, narkoba, dan terorisme menunjukkan bahwa perempuan masih lemah.
Perempuan dalam demokrasi butuh penguatan lahir dan batin. Dengan perasaan yang dimiliki kaum perempuan bisa meluluh lantakan hati siapapun yang dihadapi. Kaum perempuan bsa menjadi “manusia besi,” dan sulit ditaklukkan. Lelaki yang berhasil karena didampingi oleh perempuan yang baik. Begitu juga kiprah perempuan dalam berbagai bidang, termasuk dalam demontrasi dan demokrasi karena dilandasi perasaan yang kuat untuk perdamaian dan kemslahatan. Maka support, dorongan dari orang terdekat demi menguatkan hati, pikiran dan semangatnya menjadi penting. Karena perempuan sudah sejajar hak dan kewajibannya dalam demokrasi.
Penulis
Oktiani Putri
( Mahasiswa Universita Prof Dr Hazairin Bengkulu) 25 April 2018


















