Palembang

Kurang Lebih 300 Santri dan Santriwati PONPES Baitul Muhibbin Butuh Perhatian

705
×

Kurang Lebih 300 Santri dan Santriwati PONPES Baitul Muhibbin Butuh Perhatian

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SMI-

Pondok Pesantren (PONPES) Baitul Muhibbin bertempat di jalan palembang jambi bedeng tujuh yang didirikan pada tahun 2015 oleh seorang kyai Cecep Sihabudin Rahman yang sering di sapa Abi Cecep,

saat ini sudah mencapai 300 lebih santri dan santriwati dengan posisi PONPES di lahan kurang lebih 2 hektar hasil wakaf dari penduduk setempat.

Tampak dilihat Ponpes ini butuh perhatian baik pemerintah maupun para donatur,
Karna proses belajar dan mengajarnya belum memiliki ruangan dan masjidnya juga masih terbuka tanpa dinding.

Selain itu kebutuhan airnya tidak memadai karna mengandalkan air kali yang berwarna coklat

Saat di sambangi pendiri PONPES kyai Cecep menuturkan,” beginilah keadaan pondok pesantren kami, Apabila musim hujan ya kehujanan apa bila panas ya kepanasan,” ucap nya.

mirisnya lagi saat hujan pada waktu sholat berjamaah kami semua basah dan proses belajar mengajar pun di hentikan hingga hujan reda begitupun asrama para santri dan santriwati atap sudah pada bocor.

Tak hanya itu untuk  jaringan atau sinyal hanphone juga tidak ada, sangat miris sekali.

Salah seorang Relawan yang bernama T Cahyo Bathin mengunjungi Ponpes Baitul Muhibbin menuturkan ,” terkait situasi aktual di Ponpes ini saya berharap segera merealisasikan renovasi guna kelayakan fasilitas untuk santri dan santriwati,

semoga lebih banyak lagi para rekan rekan muslim baik dari sektor wirausaha produktif ataupun pekerja dapat tergerak untuk lebih memperhatikan kebutuhan terkait kondisi pesantren yang membutuhkan suport moril dan materil “umgkapnya

Kyai Cecep mengucapkan,” banyak terima kasih kepada pak Cahyo yang akan membantu memperjuangkan dalam perbaikan ponpes kami ini, semoga diberikan kesehatan kebarokahan atas apa yang dilakukan oleh pak cahyo sebagai wujud kepeduliannya.

Dan harapan kami semoga pembangunan ponpes Baitul Muhibbin dapat terealisasi, agar para santri dan santriwati dapat belajar dan menimba ilmu dengan layak.” tandasnya

(Rilis / Chairuns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *