Palembang

Gubernur Sumsel Secara Resmi Buka Acara TOT Pendidikan Kader Ulama Dan Da’i Da’iyah MUI Sumsel

329
×

Gubernur Sumsel Secara Resmi Buka Acara TOT Pendidikan Kader Ulama Dan Da’i Da’iyah MUI Sumsel

Sebarkan artikel ini

Palembang, SMI-

Gubernur Sumatera Selatan(Sumsel) H.Herman Deru secara resmi membuka acara “Training of Traines Pendidikan Kader Ulama Dan Da’i Da’iyah Majelis Ulama Indonesia Sumatera Selatan Mendorong Dilaksanakannya PKU Dan PDD MUI Di 17 Kabupaten/Kota Se Sumatera Selatan”. Acara berlangsung selama tiga hari Bertempat di Hotel Grand Duta, Jl.Radial, Jumat(18/11/22)

H.Herman Deru hadir di dampingi oleh asisten satu bidang pemerintahan dan kesra provinsi Sumsel Edwar Chandra, ketua MUI Sumsel diwakili oleh Sekretaris Umum K.H.Ayik Farid Alaydrus bersama pengurus dan para ketua MUI 17 kabupaten kota se Sumsel.

Herman Deru menyampaikan, ” training of Traines artinya menatar ulama untuk menjadi guru yang akan di bawa ke kabupaten kota dengan harapan bisa menjadi narator dan dapat membagikan ilmunya sekaligus da’i da’iyah.
Para peserta harus mensyukuri wacana seperti ini, karena tujuan MUI pasti berharap para da’i da’iyah dapat mempunyai modal di lapangan termasuk cara bernarasi”,ujarnya

Lanjutnya, “dalam penyampaian da’i da’iyah harus memahami artikulasi, intonasi,ekspresi dan redaksi karena jika tidak memahami tidak sedikit da’i da’iyah yang ditinggalkan oleh pendengarnya yaitu masyarakat. Perlu dipahami redaksi merupakan navigasi bagi da’i da’iyah karena berkaitan langsung dengan tema. Da’i da’iyah juga harus selalu update kondisi di lapangan karena materi yang disampaikan harus sama dengan tema di lapangan”,jelas Herman Deru

Ditempat yang sama, K.H.Ayik Farid Alaydrus menuturkan, “setelah yang ke empat kalinya kegiatan malam ini adalah yang kelima, yaitu pendidikan bagi para kader ulama dan pendidikan bagi para da’i da’iyah agar dapat dilaksanakan di setiap kabupaten kota se Sumsel. Karena ulama merupakan panutan bagi masyarakat jadi dengan adanya da’i da’iyah bisa menciptakan kondisi Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang menyejukan dan bukan Islam yang membuat suatu permasalahan. Islam Washatiyah yang berkeseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat, Islam yang berada di pertengahan dan tidak radikal tapi tetap mengacu pada syariah”,tuturnya

Ayik Farid menambahkan, “sebanyak 68 peserta mengikuti pendidikan kader ulama da’i da’iyah dengan harapan kedepannya kita bisa memasyarakatkan Islam washatiyah dan Islam rahmatan lil alamin dan kegiatan ini akan berkesinambungan tergantung dari sejauh mana hasil Training Of Traines(TOT) di lapangan sekaligus akan mengadakan Monitoring dan evaluasi (Monev), bila perlu kita akan menemui bupati – bupati agar MUI sebagai partner pemerintah berjalan dengan baik. Saya berharap sebagai partner pemerintah MUI dapat diposisikan dengan sebaik – baiknya seperti pendanaan, fasilitas dan sebagainya, selama ini perhatian pemerintah terhadap MUI sebagai partner sudah cukup, tetapi kalau bisa lebih di optimalkan lagi”, pungkasnya

(Chairuns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *