Musi Banyuasin

Ketua Fraksi PAN Harapan Angkutan Batu Bara di Tertibkan

422
×

Ketua Fraksi PAN Harapan Angkutan Batu Bara di Tertibkan

Sebarkan artikel ini

Muba,SMI

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) kabupaten musi banyuasin (MUBA) di sela penyampaian Pandangan Umum pada pembahasan Tentang Inisiatif DPRD dan Pemkab Muba,juga menyampaikan aspirasi masyarakat yang masuk ke fraksi PAN dan fraksi PAN berharap angkutan Batu Bara yang melintas hampir setiap hari di jalan Mangun jaya menuju Lais Betung untuk dapat di Tertibkan.

Endi Susanto SE MM Anggota DPRD dari fraksi PAN juga mengatakan angkutan biasa bergerak malam,dan beriringan sehingga pengguna jalan mengeluh Sementara sesuai dengan Perda nomor 25 tahun 2019 tentang Pengaturan Angkutan Barang dan Kelas Jalan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin hal ini kurang atau tidak sesuai sehingga kami mintak untuk ditertibkan.

Kami berharap apa yang disampaikan untuk di tindak lanjuti jangan sampai ada kejadian baru bertindak, kami yakin pihak terkait bijak menyikapi apa yang masyarakat keluhkan,apalagi angkutan tersebut hampir tiap hari melalui jalan umum dan saya ikut merasakan jadi harapan saya untuk ditertibkan.

Sementara staf ahli PAN,Retno saat di temui di DPD PAN Rabu (12/8) juga mengatakan hal yang sama, Apa yang disampaikan wakil kita di DPRD benar, seharusnya pihak Terkait melakukan pengawasan ketat,sebenarnya batu bara yang diangkut,apakah tidak memiliki jalan sendiri, mengapa harus lewat jalan desa dan negara.

Satu lagi gubernur Sumatera Selatan pernah keluarkan edaran terkait Angkutan Batu Bara Pergub 23 Tahun 2012 terkait larangan angkutan batubara melintas di jalan umum namun mengapa dimuba angkutan batu bara bebas melintas.

Di tempat terpisah Sof pengendara roda dua saat di mintak konfirmasi terkait angkutan truk yang lalu lalang mengangkut batu bara, ya kami selaku pengguna jalan terganggu, apa mungkin rata rata sopir memiliki kelengkapan berkendara atau kelengkapan kendaraan itu sendiri.

kemudian jika terjadi kecelakaan di senggol salah satu truk siapa yang di rugikan dan siapa yang akan bertanggung jawab, batu bara adalah bisnis, Muba adalah dataran rendah yang dikelilingin perairan, mengapa tidak memanfaatkan jalur air, kemudian apakah tidak ada biaya untuk buat jalan sendiri, kami berharap dishub dan instansi terkait dapat hadir ujarnya.(wir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *