Banyuasin

Akibat Kemarau, Warga Gali Sumur Bor

403
×

Akibat Kemarau, Warga Gali Sumur Bor

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, SMI

Musim kemarau yang sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir masyarakat mulai berupaya melakukan pencarian air bersih, seperti warga desa mulyasari  Kecamatan Tanjung Lago, membuat sumur Bor secara manual

Berdasarkan Pantauan awak media, jumat( 7/09/2019) ada warga desa  Mulya sari sedang membuat  Sumur Bor mengunakan Kayu Gelam diamete 5 cm  yang di lancipkan , kemudian dicari titik lokasi tanah yang akan  di lubangi sebagai sumur bor, tergantung dimana mata air yang keluar  air samapai kedalaman 5 meter lebih sudah ada airnya.

Kesulitan air yang dialami masyarakat Desa Mulya Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Sebagian sumur warga mulai mengering dan mereka mulai membeli air dari mobil-mobil tangki yang menyedot dari aliran sungai terdekat.

“Sumber air yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari mulai mengering. Untuk mendalami sumur sepertinya sangat sulit sehingga terpaksa harus mencari sumber air lain dengan cara mengebor,” ungkap Gunawan (46) Warga Desa Mulya sari Jumat (7/9/2019).

 

sumur Bor, buatan warga secara manual.

Menurut gunawan , selain Air sumur, ada Air PDAM namun jarang hidup, warga  juga  membuat sumur bor, sebagian warga juga masih mengharapkan sumur mereka memancarkan air hingga air sumur bisa dimanfaatkan. untuk mandi dan mencuci karena airnya Asin, sedangkan Untuk Minum dan masak mengunakan air Bersih isi ulang.atau sumur yang tidak asin Airnya. .

Kejadian serupa juga terjadi di wilayah desa lainya . Warga yang sumurnya mulai mengering mulai mencari air bersih dari sumur tetangga dan sebagian lagi menggali sumur bor. Namun juga tidak sedikit warga yang rela mengambil air dari aliran sungai  dengan menggunakan jeriken.

“Mereka yang berada tidak jauh dari aliran sungai biasanya mengambil dari sungai untuk kebutuhan. Namun yang jauh dari sungai masih memanfaatkan sumber air tetangga dengan memasang selang atau dengan mengambil menggunakan jeriken,” ungkap yanto  (45) warga lainnya.

Musim kemarau yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir mulai menyebabkan kesulitan warga untuk mendapatkan air bersih. Hujan yang turun hanya sesekali dan dalam waktu singkat tidak memenuhi kebutuhan warga sehari-hari sehingga warga terpaksa mencari sumber air baru baik dengan menggali sumur maupun dengan membuat sumur bor..(derbi/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *