Lubuk Linggau

Ahlul Fajri Menyayangkan Nasib Yang di Alami Ibu Rina Sampai Malam 40 Belum Mendapatkan Bantuan Dari Pihak Dinas Terkait

148
×

Ahlul Fajri Menyayangkan Nasib Yang di Alami Ibu Rina Sampai Malam 40 Belum Mendapatkan Bantuan Dari Pihak Dinas Terkait

Sebarkan artikel ini

Lubuklinggau,SMI-


Miris dan sangat menyedihkan nasib yang menimpa ibu Lina yang suaminya meninggal dunia jatuh dari truk sampah, Almarhum bernama Supardi yang berkerja sebagai Buruh Harian Lepas dinas Lingkungan Hidup Kota Lubuklinggau. Kejadian tersebut terjadi pada malam takbiran hari raya Idul Fitri. rabu 11 April 2024.


Kejadian kecelakaan tersebut terjadi dikawasan daerah sukajadi yang mana almarhum sedang ikut bekerja untuk mengangkut sampah dengan menggunakan mobil truk dinas Lingkungan Hidup kota Lubuklinggau. Naas bagi almarhum pada saat bekerja terjatuh dari atas mobil pengakut sampah dan meninggal dunia dimalam hari raya Idul Fitri 2024.

Saat Tim media wawancara kerumah duka.minggu 19/5/2024 di rumah almarhum yang mana bertepatan malam ke.40 hari mengenang almarhum Supardi. Yang ber,alamatkan di jalan Begawan Solo kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara 2 Kota Lubuklinggau,
Istri almarhum mengatakan sudah empat puluh hari semenjak suaminya meninggal dunia belum juga ada bantuan atau simpati dari tempat ia bekerja yaitu dari Dinas Lingkungan Hidup kota Lubuklinggau.

Ahlul fajri Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 ( LAKI P45) Sabtu20.30wib(19/5/2024) saya sangat menyayangkan kurangnya perhatian pj walikota Lubuklinggau terhadap para pekerja harian lepas di dinas lingkungan hidup kota Lubuklinggau, mereka adalah pahlawan lingkungan yang mana mereka berjibaku dengan sampah sampai mereka tidak mengenal waktu apalagi kejadian di malam idul fitri yang mana masyarakat lainya sedang bersiap merayakan kemenangan menyambut idul fitri sementara mereka masih bergulat dengan sampah karna merasa bertanggung jawab dengan pekerjaan mereka inikah balasan untuk mereka ujarnya,

ahlul menegaskan seharusnya mereka BHL adalah pahlawan lingkungan jangan seakan mereka di biarkan begitu saja seakan mereka dianggap juga sebagai mana sampah tanpa perhatian bahkan bela sungkawa, sangat ironis mereka juga manusia yang berhak mendapat pelayanan dan perhatian pemerintah,Bahkan sampai saat ini jangankan santunan kunjungan dari dinas terkait atas musibah yang ia terima tidak ada.(Safarudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *