Palembang, SMI-
Sesuai amanah konstitusi organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila yang disepakati oleh MPN, MPW, MPC dan Perangkat Ormas pada Musyawarah Besar X tahun 2019 lalu di Hotel The Sultan, Jakarta, bahwa konsolidasi organisasi dilakukan baik internal horizontal maupun vertikal dengan target 100%. Meskipun sejak akhir tahun 2019 hingga tahun 2021, dikarenakan terjadi pandemi Covid-19 yang hampir secara total menghentikan semua aktivitas dalam bentuk apapun, namun seiring kemajuan teknologi melalui zoom meeting, masih tetap dapat berkomunikasi intens walaupun terbatas ruang gerak.
Bisa dikatakan ruang gerak aktivitas organisasi baru lega terlaksana di awal tahun 2022, yang mana pada tingkat Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila se-Indonesia sudah terjadwalkan untuk melaksanakan Musyawarah Wilayah di sepanjang tahun ini, tak terkecuali bagi Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan. Maka sejak Januari 2022 lalu telah dibentuk Panitia Pelaksana (SC-OC) untuk mensukseskan gelaran demokrasi ormas Pemuda Pancasila pada tingkat wilayah tersebut.
Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan, M. Yansuri, SIP melalui Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, RM. H. Ari Maulana menyampaikan bahwa MPW PP Sumsel dijadwalkan melaksanakan Muswil VIII pada tanggal 25-27 Mei 2022 dengan tema Adaptif Kolaborasinergi, yaitu sebuah motivasi tinggi Pemuda Pancasila Sumsel dalam menghadapi dan menjawab tantangan zaman saat ini dan kedepannya baik secara internal horizontal maupun internal vertikal serta mengeksploitasi potensi bersama mitra strategis (eksternal).
Adaptif disini adalah mengupgrade personal dan kelembagaan dalam berbagai situasi dan kondisi secara tepat dan berani. Sedangkan kolaborasinergi disini adalah sinkronisasi dan komitmen personal maupun kelembagaan memberdayakan potensi-peluang secara kontinue. Tidak bisa tidak, hal tersebut merupakan harga mati untuk mewujudkan pokok-pokok perjuangan organisasi Pemuda Pancasila dalam berbagai situasi kedepan.
Maka dari itu, melalui Muswil VIII Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan ini, kita mengajak semua lapisan dan elemen khususnya di internal ormas Pemuda Pancasila untuk berkomitmen berbenah, mengupgrade diri dan adaptif dalam melaksanakan konsolidasi struktural, konsolidasi program dan konsolidasi personal sehingga manfaat bersama dapat dirasakan di semua tingkatan. Kolaborasinergi dari MPN – MPW – MPC selaku koordinator adalah menguatkan PAC – PR – PAR sebagai basis massa ormas Pemuda Pancasila yang memetakan, menggali dan memberdayakan potensi dan peluang. Sedangkan secara vertikal, ada perangkat ormas yang menjadi penguatan bakat dan jaringan.
Muswil kali ini agak berbeda dari yang sebelumnya, dikarenakan MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan menginstruksikan ke Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila se-Sumatera Selatan untuk menghadirkan seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan pada Muswil VIII sebagai Peserta Peninjau. Ini juga merupakan salah satu bentuk validasi yang dilakukan MPW terhadap konsolidasi kecamatan yang dilakukan oleh MPC Pemuda Pancasila se-Sumatera Selatan dan ini akan diverifikasi oleh Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila. Sehingga Muswil VIII diharapkan sebagai Muswil Pemuda Pancasila dengan peserta terbanyak se-Indonesia, karena menghadirkan 241 Ketua PAC nya dari 241 kecamatan di Sumsel. Paradigma berorganisasi di Ormas Pemuda Pancasila saat ini telah melakukan Quantum Leap secara de jure maupun de facto yang riil di lapangan dan riil di big data. Mulai saat ini para pimpinan dan pengurus di Ormas Pemuda Pancasila di Sumatera Selatan harus mulai terbiasa dengan yang namanya “konsolidasi, adaptif dan kolaborasinergi”, turun ke basis, silahturahmi, diskusi, pembenahan dan eksekusi proker. Akan banyak dapat hal-hal baru yang didapat dalam pelaksanaan giat tersebut, dan ini merupakan tantangan para pimpinan dan pengurus Ormas Pemuda Pancasila kedepan, jika memang merasa belum mampu menjadi pengurus, hendaknya parkir saja dulu diluar SK pengurus organisasi, itu konkritnya. Semua kembali kepada Pimpinan dan Pengurus, organisasi itu mau stagnan biasa saja di zona nyaman atau berkembang inovasi guna hadapi tantangan zona tidak nyaman.
Konsolidasi, proker dan pemberdayaan akan menjadi topik utama Ormas Pemuda Pancasila di Sumatera Selatan. Konsolidasi akan percuma dilakukan jika tanpa program kerja dan pemberdayaan yang kontinue, karena organisasi harus dirasakan manfaatnya oleh pengurus, anggota dan keluarganya, itulah salah satu tujuan berorganisasi. Selain itu, sebuah organisasi jika tanpa program kerja dan pemberdayaan yang kontinue, maka basis massa anggotanya akan diambil oleh organisasi lain, tidak kita pungkiri hal demikian terjadi, jelas Ari yang juga Steering Commite Muswil VIII.
Bidang organisasi dan keanggotaan MPW setelah memonitoring memiliki beberapa catatan mengenai hal itu yang nanti pada Muswil akan dibahas dalam komisi-komisi. Apalagi tahun 2023, Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila se-Indonesia akan melaksanakan Musyawarah Cabang, tentunya bisa terlaksana jika seluruh PAC nya telah melaksanakan Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) sesuai mekanisme yang telah diatur. 150 anggota dalam satu PAC menjadi syarat mutlak PAC tersebut definitif, bisa dilihat berdasarkan indeks progress Kartu Tanda Anggota (KTA), jadi tidak lagi hanya melihat dari nama yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK), hal ini sesuai dengan Surat dan hasil koordinasi dengan Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila. Muswil VIII akan fokus pada evaluasi konsolidasi dan program kerja baik MPW maupun Perangkat Ormas Tingkat Wilayah (non Otonom) antara lain KOTI, BPK, BPPH, BPKTA, BP3, BKPB dan B2P3, baik secara personal kepengurusan maupun kelembagaan serta sampai sejauh mana bentuk dukungan koordinasi MPC terhadap berdirinya Perangkat Ormas Otonom yaitu SAPMA dan SRIKANDI, dikarenakan Ketua MPC Pemuda Pancasila menjadi Ketua Dewan Pembina disitu.
Sebelum pelaksanaan Muswil VIII, sebelumnya akan dilaksanakan pertemuan guna melaksanakan validasi dan verifikasi keorganisasian sebagai syarat muswil, yang akan dihadiri oleh Majelis Pimpinan Nasional yaitu Bidang Organisasi Keanggotaan dan Bidang Pembinaan Pemberdayaan Wilayah Sumatera. Muswil akan diikuti oleh MPN, MPW Sumsel, MPC dari 17 Kabupaten/Kota dengan rincian pesertanya yaitu Ketua, Wakil Ketua, Kabid. Organisasi Keanggotaan, Kabid. Kaderisasi, Sekretaris dan Bendahara, selain itu ada 9 Perangkat Ormas Tingkat Wilayah yang menjadi peninjau dan 241 Ketua PAC Pemuda Pancasila se Sumatera Selatan yang diikutkan pada Muswil VIII Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022 sebagai berikut :
1. MPC Palembang : 18 PAC
2. MPC Lahat : 24 PAC
3. MPC OKU : 13 PAC
4. MPC OKI : 18 PAC
5. MPC Musi Rawas : 14 PAC
6. MPC Muara Enim : 22 PAC
7. MPC Muba : 15 PAC
8. MPC Lubuklinggau : 8 PAC
9. MPC Pagaralam : 5 PAC
10. MPC Banyuasin : 21 PAC
11. MPC Ogan Ilir : 16 PAC
12. MPC Prabumulih : 6 PAC
13. MPC Empat Lawang : 10 PAC
14. MPC OKU Selatan : 19 PAC
15. MPC OKU Timur : 20 PAC
16. MPC Pali : 5 PAC
17. MPC Muratara : 7 PAC
Selain itu ada agenda Launching Badan Digital Pemuda Pancasila Sumsel, Apel Kesetiaan Pancasila dan lain-lain. Sehubungan dengan itu, MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan akan menyampaikan surat dan diminta semua pihak yang akan terlibat baik panitia maupun peserta untuk mempersiapkan diri dalam mensukseskan Muswil VIII Pemuda Pancasila Provinsi Sumsel.
(Anjas)



















