Prabumulih

Pengerjaan Jalan Jenderal Sudirman Dikeluhkan Warga

599
×

Pengerjaan Jalan Jenderal Sudirman Dikeluhkan Warga

Sebarkan artikel ini

Prabumulih, SMI

Proyek pengerjaan jalan jenderal Sudirman, di wilayah Kecamatan Prabumulih barat kota Prabumulih, menjadi sorotan dari warga masyarakat sekitar dan dikeluhkan warga.

Hal ini dapat kita lihat di depan markas Yon Zipur 2 prabumulih dan di depan gerbang mesjid Nurul iman simpang empat kelurahan Patih Galung kecamatan Prabumulih barat kota Prabumulih propinsi Sumatera Selatan.
Sudah beberapa hari belakangan ini , tidak tampak para pekerja yang bekerja memperbaiki jalan tersebut.

Dengan keadaan yang terjadi ini, membuat masyarakat merasa kurang nyaman berlalu lintas.

Salah seorang warga simpang tiga kelurahan Patih Galung kecamatan Prabumulih barat, menyampaikan uneg-unegnya kepada awak media ini.
“Lah ampir sebulan jalan di depan penguburan Puyang kami, Puyang Dale dek ude ude (maksudnya adalah jalan yang di depan markas Yon Zipur 2 prabumulih, kelurahan Patih Galung kecamatan Prabumulih barat kota Prabumulih propinsi Sumatera Selatan). ngapelah Sangkan dek ude ude,Leh pedie..???,ujar Ferly warga simpang tiga kelurahan Patih Galung kecamatan Prabumulih barat.

Senada dengan itu Ferly , seorang warga kelurahan Patih Galung kecamatan Prabumulih barat lainnya.yaitu Desi yang kesehariannya menunggu counter di dekat gerbang mesjid Nurul iman simpang empat kelurahan Patih Galung kecamatan Prabumulih barat, mengatakan pada awak media ini.
“Lom lamo jalan ini di cor , lah rusak pulo, cubo tambal pakai tanah Bae kalo awet jugo, katanya sambil tersenyum menunjuk jalan tersebut.

Sementara itu menyikapi kondisi jalan yang membuat masyarakat merasa kurang nyaman dan kurang puas dengan sistem pengerjaan proyek jalan jenderal Sudirman ini , berbincang dengan seorang warga kelurahan Patih Galung yang lainnya.

Dia adalah seorang tokoh pemuda masyarakat kota Prabumulih , yang juga merupakan sekretaris mpc pemuda Pancasila kota Prabumulih propinsi Sumatera Selatan : Satrya muda putra SE.

“Kami sangat menyayangkan kualitas pekerjaan yang di bawah standar, baru beberapa hari di buka rambu rambu peringatan ada orang yang kerja sudah rusak kembali, seharusnya dinas terkait pun bisa lebih mengawasi pekerjaan ini.

Sangat di sayangkan anggarannya diduga siapa siapa, apalagi ada beberapa titik di lakukan pengecoran secara manual, tanpa mobil molen atau molen tangan.

Lebih lanjut tokoh pemuda ini menegaskan,”bagaimana pekerja mengetahui kualitas beton yang di inginkan, sedangkan ini adalah jalan utama, di perlukan kualitas coran beton yang benar benar kuat.

Minimal K300 , kami mengharapkan agar dinas terkait dapat memperbaiki jalan jalan yang rusak ini dengan spesifikasi, yang sesuai sebelum mencederai pengguna jalan ini, demikian Satrya mengakhiri percakapan ini.

Sementara itu di tempat terpisah, melalui chatting via WA, seorang pimpinan proyek proyek pengerjaan perbaikan jalan tersebut memberikan keterangan kepada awak media ini, terkait permasalahan ini.
“Kak itu kemaren belom kering lah di lindas mobil.
Itu jugo cuman untuk antisipasi Bae supaya uwong Idak kecelakaan.kagek pas ngecor yang di sebelah depan zipur 2 Kito cor pake mobil molen,kagek di benari lagi yang rusak itu, jawab Andi kepada media ini.

Semoga perbaikan jalan tersebut segera selesai dan tidak melupakan kualitas yang bagus.serta tentunya tidak mengecewakan masyarakat.

(Sunar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *