Berita

Tembus Pelosok OKI, Mantri BRI Perkuat Inklusi Keuangan dan Dorong Ekonomi Desa

9
×

Tembus Pelosok OKI, Mantri BRI Perkuat Inklusi Keuangan dan Dorong Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

KAYUAGUNG, SMI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berkomitmen dalam memperluas jangkauan layanan perbankan hingga ke pelosok pedesaan di seluruh Indonesia.

Langkah nyata ini dibuktikan melalui peran aktif para Mantri BRI yang menjadi garda terdepan dalam menjaga dan memperkuat inklusi keuangan masyarakat. Salah satu cerita inspiratif datang dari wilayah Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, di mana kehadiran petugas perbankan menjadi tumpuan utama bagi pengembangan usaha ekonomi warga lokal.

Kawasan Ogan Komering Ilir secara geografis memiliki bentang alam yang didominasi oleh perkebunan kelapa sawit, karet, serta area pemukiman pedesaan. Kondisi medan tanah di kawasan ini kerap memberikan tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan tiba.

Jalanan tanah tak jarang berubah menjadi licin dan berlumpur parah, sehingga menyulitkan akses mobilitas kendaraan dan membutuhkan perjuangan ekstra untuk menjangkau lokasi para pelaku usaha.

Di tengah tantangan geografis tersebut, Alifia Naura Nazifah, seorang Mantri BRI Unit Sumber Hidup di bawah naungan BRI Branch Office Kayu Agung, konsisten menjalankan tugas pelayanannya.

Alifia bertindak aktif mendampingi serta melayani ratusan debitur yang tersebar di wilayah pelosok, di antaranya Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu, dan Desa Sido Mulyo. Sebagian besar masyarakat di desa-desa tersebut menggantungkan perekonomian pada hasil perkebunan kelapa sawit dan karet, serta beberapa usaha mikro seperti toko sembako dan warung manisan.

Keputusan Alifia untuk mendedikasikan jalurnya sebagai Mantri BRI didasari oleh dorongan kuat untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Menurutnya, jaringan jaringan luas yang dimiliki BRI hingga ke pelosok negeri memberikan ruang baginya untuk menjembatani masyarakat yang membutuhkan akses permodal perbankan. Melalui akses tersebut, para petani dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk mengembangkan skala usahanya secara berkelanjutan.

Dalam dinamika pekerjaannya sehari-hari, Alifia mengandalkan sepeda motor untuk menembus rute antar-desa guna menemui para debitur langsung di rumah maupun di lahan perkebunan. Ia memprioritaskan pendekatan humanis yang berlandaskan kearifan lokal, bersikap terbuka, ramah, dan memosisikan diri sebagai rekan diskusi. Apabila menghadapi jalur yang terisolasi atau sulit dilalui, Alifia terlebih dahulu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan ketua kelompok tani setempat guna memastikan keberadaan para debitur sebelum turun ke lapangan.

Melalui kedekatan emosional dan pemahaman kondisi lapangan tersebut, Alifia dapat menyalurkan skema pembiayaan yang tepat sasaran bagi kebutuhan warga. Produk pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes disalurkan guna memenuhi berbagai kebutuhan permodal, mulai dari modal kerja, investasi usaha, hingga biaya peremajaan (replanting) lahan perkebunan kelapa sawit dan karet milik warga.

Bagi Alifia, rutinitas menyusuri pelosok desa bukan sekadar menuntaskan tugas pekerjaan, melainkan pengalaman yang membentuk nilai-nilai kehidupan mendalam. Ia mengungkapkan bahwa pelajaran hidup terbesar yang dipetiknya adalah arti penting empati, ketekunan, dan rasa syukur. Berinteraksi dengan ratusan debitur mengajarinya bahwa di balik setiap berkas kredit yang disetujui, tersimpan harapan besar sebuah keluarga untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera.

Menanggapi dedikasi tersebut, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa kisah Alifia mencerminkan peran strategis Mantri BRI dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat pedesaan. Kedekatan langsung para Mantri di lapangan menjadi kekuatan utama BRI untuk memahami kebutuhan usaha warga, memperluas inklusi keuangan melalui pembiayaan yang relevan, serta memastikan kehadiran BRI memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata di seluruh wilayah Indonesia.  (Mulyati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *