PALI

Meski banjir sudah berlalu,warga masih tetap khawatir

187
×

Meski banjir sudah berlalu,warga masih tetap khawatir

Sebarkan artikel ini

PALI, SMI-
Kini banjir yang melanda warga kampung satu Desa Tempirai selatan kecamatan penukal utara kabupaten Penukal abab lematang ilir(PALI), telah berlalu,pada hari kamis kemeren,akan tetapi bagi masyarakat yang terkena dampak banjir masi merasa hawatir.selasa-(23/01/24).

“rasa kekuatiran penduduk setempat masi terus mereka rasakan karena keadaan cuaca yang tidak menentu bisa saja seketika cura hujan yang tingi dapat menyebabkan banjir susulan,perihal ini di keluhkan oleh sala satu warga setempat.sebut saja sapar rudin

Saat di bincangi tempat kediamannya oleh tim media ini Menurutnya,” walapun banjir yang melanda kita sudah berlalau tapi rasa kuwatir tetap ada,kami merasa takut dan hawatir nantinya ada banjir susulan apa lagi ke adaan cucua yang tidak menentu saat ini bisa saja seketika cura hujan yang tingi terjadi dan berdapak pada kami hinga di landa banjir lagi, ujarnya

Lebih lanjut ia mengatakan,apa lagi kondisi lokasi rumah kami di sini agak renda di bandingkan dengan warga kampung satu lainnya sehinga sangat mudah air tergenang karena minim nya salauran beton yang hanya mengunakan peralon ukuran tiga in(inci)solusi dari kepalak Desa tahun lalu, kondisi ini menyebabkan aliran air menjadi lamban mengalir,dan inilah dampak utama penyebab kami kebanjiran,jelasnya

Pada waktu dan tempat yang sama Endang juga mengatakan,”kelu kesa ini sudah kami sampaikan kepada pemdes(pemerintah Desa) Tempirai selatan pada tahun yang lalu,untuk mencarikan solusinya agar kami tidak mengalam kebanjir lagi,karena beton yang lama sudah di di tutup oleh warga Desa Tempirai Timur dengan alasan aliran air tersebut mengangu rumahnya,prihal ini yang menyebabkan kami di landa banjir dan pada saat itu secara bersaman kami mengajukan pada pak kades(kepalak Desa) mintak di buatkan bak cover atau semacam beton supaya aliran airnya menjadi lancar dan tidak menyebabkan genangan, ungkapnya.

Sambung dia,pada saat itu kades(kepala Desa) pak shapikal usman,menjelaskan pada kami untuk membuat bak cover atau beton pemdes tidak bisa mengambil langka memutuskan langsung untuk mengambil ali buat bak cover atau beton yang kalian usulkan, karena prihal ini menyakut jalan lintas kabupten yang akan di bobol itu,jadi kita harus mengajukan prihal ini dulu kepada pemerintah kabupaten,saya selaku kepala Desa akan tampung aspirasi kalian akan saya ajukan ke pemerintah kabupaten, dan untuk sementara waktu,kades memberikan solusi pada kami dengan memasang peralon unkuran lebih kurang tiga in(inci)karena ini lagi tahap proses pengajuan, ke PemKab PALI,jelasnya.

lanjutnya, akan tetapi sampai pada ahir tahun dua ribu dua puluh tiga,yang kini sudah masuk pada tahun dua ribu dua puluh empat permohonan kita belum juga di kabulkan,saat kami sambangi lagi kades di kediaman nya,setelah kejadian banjir melanda kita lagi di tahun dua ribu dua puluh empat ini,kami mempertanyakan nya ajuan permohonan kami kepada pak kades jawaban nya sama dengan tahun yang lalu masi mau di ajukan lagi.paparnya

Masi Endang,saya berharap Pemerintah Desa dan Pemerintah kabupaten PALI dapat menangapi dengan serius permasalahan kami ini,jika berlarut larut masalah ini di biarkan bukan tidak mungkin bakal terjadi keributan antara kami dengan warga Desa Tempirai Timur yang menutup bonton tersebut,apa lagi rumah kami dan rumah warga Tempirai Timur itu sangat dekat,takutnya nanti kami hilap karena panik di landa banjir,hinga terjadi hal hal yang tidak kita inginkan,pintaknya

pada waktu dan tempat yang berbeda ibu asmila,seorang singel perent (janda),anak lima,mengemukan “saya mintek kepedulian dan uluran tangan dari pemerintah kabupaten PALI,agar kira nya memberikan solusi secepat mungkin,karena dampaknya membuat kesengsaran dan menamba beban kita,harapnya

Sambungnya,apa alagi keadaan ekonomi yang kurang baik ini,tentunya kami sebagai rakyat renda dan paling bawa dan bukan dari golongan orang mampu,tentu nya bukan lah suatu hal yang mudah untuk mencari dan membeli harta benda,karena sudah dua tahun ini selalu mengalami kerugian,barang perabotan rumah tanga saya banyak yang rusak,apa lagi dengan ke adaan saya seorang janda,punya anak lima tentu saja jika selalu di landa bancir, membuat kesengsaran bagi kita ,dan kami berharap ke pada pemerintah kabupaten pali atau pihak yang berkepoten dapat turun langsung meninjau lokasi,agar dapat mengetahui keadaan dan kondisi masalah yang sedang kami alami saat ini,karena yang menyebabkan kebanjiran pada kami prihal minim nya saluran air sehinga sangat mudah sekali air tergenang ,dan banjir yang kami alam ini bukan karena meluap nya air sungai karena boton yang sudah di tutup,pintaknya

Hal Yang sama di ungkapkan oleh ibu nik,”ia kami sangat berharap pada pemerintah dapat dengan serius menangapi permasalahan kami ini,agar banjir tidak lagi terjadi melanda kami semua,apa lagi saya dan ibu mila sama sama janda,karena kami tulang bungung keluarga sebagai ibu dan juga sekaligus ayah dari anak anak kami,di mana kami harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari hari anak anak kita, apa bila kita tidak bisa kerja tergangu karena di landa banjir tentunya akan menjadi beban sengsara kita,kelunya

Lanjutnya ,jika permasalah ini di biarkan berlarut larut tentu kami sangat menderita sekali,untuk itu kami memintak dan memohon ke pada pemerintah agar kiranya dapat sesegera mungkin merealisaikan permohonan yang kami ajukan agar kami dapat merasakan ke amanan kententraman dan kenyaman yang layak hinga terlepas dari penderitaan di landa banjir,pintaknya hinga berita ini di rilis pihak pihak atau intansi yang terkait belum sempat kami konfirmasi. (Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *