Berita

Soroti Kericuhan Aksi di Mapolda Sumsel, Amir Iskandar dari Koalisi Aksi Pemuda Revolusioner: Jangan Nodai Sumsel yang Zero Konflik, Kita Wong Kito Galo

17
×

Soroti Kericuhan Aksi di Mapolda Sumsel, Amir Iskandar dari Koalisi Aksi Pemuda Revolusioner: Jangan Nodai Sumsel yang Zero Konflik, Kita Wong Kito Galo

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SMI

Perkembangan situasi pasca aksi penyampaian pendapat di Mapolda Sumsel yang berujung kericuhan turut menjadi perhatian aktivis Sumsel, Amir Iskandar dari Koalisi Aksi Pemuda Revolusioner.

Amir menyayangkan insiden tersebut, apalagi kericuhan itu melibatkan Antar Lintas Organisasi hingga rekan wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan.

Menurutnya, kebebasan berpendapat di muka umum adalah hak yang legal dan dijamin oleh konstitusi. Sejatinya, tidak ada pihak yang boleh menghalangi atau menghambat penyampaian aspirasi tersebut.

“Gerakan kebebasan berpendapat di muka umum adalah sesuatu yang legal di negara kita ini, dan sejatinya tidak ada yang dapat menghalangi ataupun menghambat penggelaran giat tersebut,” ujar Amir Iskandar dari Koalisi Aksi Pemuda Revolusioner. Kamis (22/10/2026)

“Sejatinya saya sangat menyayangkan kerusuhan tersebut terjadi, apalagi yang terlibat kemarin Antar Organisasi bahkan wartawan yang sedang meliput menjadi sasaran,” lanjutnya.

Amir menegaskan, kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali di kemudian hari. Ia mengingatkan, Sumatera Selatan selama ini dikenal sebagai provinsi yang sangat kondusif, zero konflik, dan tidak pernah terjadi konflik horizontal. Apalagi, kejadian tersebut terjadi di lingkungan Mapolda Sumsel.

Namun demikian, ia percaya pihak kepolisian akan bersikap bijak, mengusut tuntas secara transparan siapa pihak yang melakukan kekerasan.

“Kita ketahui bersama Sumsel adalah provinsi yang terbilang zero konflik. Namun, saya yakin kepolisian bisa dengan bijak mengusut tuntas dan transparan siapa yang melakukan kekerasan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian,” kata Amir.

Di akhir pernyataannya, Amir mengimbau agar peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama untuk saling menghormati satu sama lain.

“Kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua agar selalu bersikap saling menghormati satu sama lain, karena kita adalah saudara sama seperti slogan kita orang Palembang yaitu Wong Kito Galo,” pungkasnya dengan nada damai. (Riela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *