# RAIHLAH CITA-CITAMU, CIPTAKAN MASA DEPAN GEMILANG DENGAN DOA ORANG TUA DAN GURU
Muba,SMI
Suasana haru dan bangga menyelimuti Aula SMAN 1 Sungai Keruh, kamis 30 April 2026. Sekolah menggelar Acara Pelepasan dan Perpisahan Siswa-siswi Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026. Sebanyak, 130 siswa resmi dilepas untuk meraih cita-cita ke jenjang yang lebih tinggi.

Mengusung tema “Raihlah Cita-citamu, Ciptakan Masa Depan yang Gemilang dengan Doa Orang Tua dan Guru”, acara berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB. Hadir Camat Sungai Keruh, yang di wakili oleh sekcam,Ketua Komite, kepala Sekolah,dan para wali murid, dewan guru, dan seluruh siswa kelas XII.
Kepala SMAN 1 Sungai Keruh, Sunarno, S.Pd.,M.Si, dalam sambutannya berpesan agar lulusan tidak berhenti belajar. “Hari ini kalian kami lepas, tapi ikatan batin dengan almamater jangan putus. Kejar cita-cita setinggi langit. Kunci sukses kalian ada tiga: kerja keras, akhlak mulia, dan restu orang tua serta guru,” ucapnya disambut tepuk tangan.
Camat Sungai Keruh, Hendri,S.Pd.,M.Si, yang di wakili oleh sekcam sungai keruh, Sulaiman,S,Sos,.M,Si, turut memberikan motivasi. “Anak-anakku, kalian adalah generasi emas Sungai Keruh.
Mau jadi dokter, polisi, tentara, guru, atau wirausaha, silakan. Yang penting jujur, jangan lupakan sholat, dan selalu minta doa orang tua. Doa orang tua itu menembus langit,” pesan Sulaiman.
Sulaima juga berpesan agar alumni SMAN 1 Sungai Keruh tetap menjaga nama baik sekolah dan daerah. “Kalian duta Sungai Keruh di luar sana. Tunjukkan kalau anak Sungai Keruh itu cerdas, santun, dan berprestasi. Pemkab Muba tunggu kalian pulang membangun daerah,” tambahnya.
Momen paling mengharukan terjadi saat pembacaan puisi,yang di sampaikan oleh, siswi lita Sari, kepada orang tua dan dewan guru. Isak tangis pecah ketika para siswa bersimpuh meminta maaf dan restu. Dilanjutkan pengalungan medali kelulusan dan penyerahan surat keterangan lulus oleh Kepala Sekolah.
Perwakilan siswa, Sualaiman, dalam pidato perpisahan tak kuasa menahan air mata. “Terima kasih Bapak Ibu Guru yang sabar mengajar kami. Terima kasih Ayah Ibu yang banting tulang sekolahkan kami. Doakan kami bisa kuliah dan membahagiakan kalian,” ucapnya terbata.(Nurdin)














