Prabumulih

Diduga Akibat Ngantuk Mobil Avanza Laka Tunggal

483
×

Diduga Akibat Ngantuk Mobil Avanza Laka Tunggal

Sebarkan artikel ini

Prabumulih, SMI

Telah terjadi kecelakaan tunggal (laka tunggal), hari ini selasa 01-06-2021 pukul 12.00 wib.Mobil Avanza berwarna silver BG 1486 ES, untuk pengemudi Rangga Muhammad

Kecelakaan tunggal ini sempat membuat kemacetan di jln jendral sudirman, Kelurahan Muntang Tapus Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan.

Beruntung anggota yon zipur 2 prabumulih, segera mengevakuasi mobil avanza yang melintangi jalan tersebut.
Dengan di angkat bersama-sama dari belakang mobil , akhirnya mobil tersebut bisa di pinggirkan ke sisi jalan.

Mendapat laporan dari masyarakat, tentang adanya kecelakaan tersebut, Kasatlantas polres prabumulih AKP Lastari SH, langsung menerjunkan anggota satlantas polres prabumulih ke TKP.

Berkat gerak cepat tim satpolantas polres prabumulih ini, Kasatlantas polres kota Prabumulih AKP Lastari SH menjelaskan kronologis kecelakaan tunggal di depan gereja oikomene kelurahan patih galung kecamatan prabumulih barat kota prabumulih provinsi sumatera selatan.

Mobil Avanza BG 1486 ES, yang di kemudikan oleh Rangga Muhamad Tessen bin Sahlan Sarmawi, Membawa penumpang 3 orang yaitu :

1.Dedi kurnianto bin Herman.
2.Desti praguita binti Sahlan Sarmawi.
3.Sultan Muhamad Pati bin Dedi Kurnianto.

Yang mana mobil tersebut berjalan dari arah muara enim menuju palembang,
Setibanya di TKP Rangga Muhamad Tessen Bin Sahlan Sarmawi mengantuk, sehingga keluar jalur sebelah kiri.

Dilihat dari arah muara enim menuju palembang, dan menabrak pohon yang mengakibatkan pengemudi dan penumpang mengalami luka-luka.

Serta di rawat di rumah sakit pertamina kota prabumulih . Untuk kendaraan tersebut , diamankan di kantor satlantas polres”, ujar bu lastari.

Saat ini korban kecelakaan tersebut , sedang di rawat secara intensif di Rumah sakit pertamina prabumulih.

( Sunar )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *